Perjalanan Sebuah Inkubator Gratis

Perjalanan Sebuah Inkubator Gratis

Perjalanan Sebuah Inkubator Gratis |

Sudah sejak dua hari sebelumnya kami berkomunikasi dengan peminjam inkubator daerah Sragen yang mengeluhkan inkubatornya tidak menyala lagi setelah terjadi mati lampu serentak di desanya.

Perjalanan Sebuah Inkubator Gratis inkubator gratis Perjalanan Sebuah Inkubator Gratis Perjalanan Sebuah Inkubator Gratis 540 px

Inkubator Gratis |

Sudah sejak dua hari sebelumnya kami berkomunikasi dengan peminjam inkubator di daerah Sragen yang mengeluhkan inkubatornya tidak menyala lagi setelah terjadi mati lampu serentak di desanya. Berbagai cara sudah kami tempuh untuk melakukan perbaikan namun ternyata inkubator masih juga belum menyala.

Satu malam berlalu si bayi tidur tanpa inkubator. Lalu Prof. Raldi Artono Koestoer meminta saya memikirkan cara agar inkubator tersebut bisa di ganti dengan yang lain. Maka dimulailah perjalanan inkubator pengganti dari Yogya menuju ke Sragen di daerah Sukodono.

Pukul 11.11 si Inkubator naik kereta Prambanan Ekspres (Prameks) dari stasiun Lempuyangan – Yogya ke stasiun Solo Balapan. Setibanya di Solo, ia disambut oleh pak Hari Soengkono, relawan inkubator gratis wilayah Solo dan sekitar nya. Dengan menggunakan Suzuki R3 yang masih gres, si Inkubator kami antarkan ke rumah bayi di Sragen. Saat singgah di salah satu masjid untuk sholat Djuhur, di tengah teriknya matahari, ternyata di halaman masjid tersebut menyediakan minuman es teh secara Gratis. Subhanallah… Pengantar Inkubator Gratis mendapatkan Es Teh Gratis. Ini semua pasti skenario ALLAH.

Inkubator Gratis

Inkubator Gratis

Begitu panasnya cuaca siang itu. Tidak lama, sampailah kami di rumah bayi, dan mendapatinya dalam kondisi tertidur. Akhirnya, tibalah inkubator pengganti tiba di rumah bayi, dan kami pun tenang karena itu berarti si bayi takkan kedinginan lagi di malam hari. Barulah kemudian kami tahu asal-usul si bayi. Orang-orang di rumah itulah yang menyelamatkan bayi tersebut. Lantas apa hubungannya? Kepada kami, mereka bercerita bahwa ibu kandung sang bayi berniat meninggalkannya. Gila! Menelantarkan! Karena di desak keluarga.

Allah menakdirkan bayi ini untuk hidup. Jadi di gerakkanlah hati banyak orang untuk menyelamatkan, merawat, dan menjaga mahluk kecil yang tak berdaya ini. Kalau Allah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin.

Bayi Nathanael inkubator gratis Perjalanan Sebuah Inkubator Gratis Bayi Nathanael

Bayi Nathanael

Comments 2

  1. I’m more than happy to find this page. I wanted to thank you for your time for this wonderful read!!
    I definitely appreciated every little bit of it and i also have you book marked to see new stuff on your website.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *