Percepatan Menjangkau Bayi Nusantara

Percepatan Menjangkau Bayi Nusantara

Percepatan Menjangkau Bayi Nusantara

Percepatan Menjangkau Bayi Nusantara bayi nusantara Percepatan Menjangkau Bayi Nusantara Percepatan Menjangkau Bayi Nusantara

Judul diatas terinspirasi dari apa yang sudah dilakukan kedua agen relawan kita: Bpk. Candra (Yogyakarta) dan Ibu Enny (Bogor). Cerita keduanya selalu menginspirasi saya, baik lewat media sosial (Facebook) maupun “Forum” bersama.

Inisiatif akan membantu percepatan kita menjangkau semua bayi Nusantara sekitar kita. Apalagi jumlahnya banyak, dan banyak diantara mereka yang orang tuanya sudah tidak tau mau apa dan kemana setelah tak sanggup lagi membayar biaya sewa inkubator di rumah sakit yang relatif mahal: Rp 1.000.000,00 s/d Rp 1.500.000,00 per hari. Itu pun belum ditambah biaya lainnya.

Bagus kalau orang tua bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat sekarang. Merekalah yang paling banyak meminjam, setelah browsing dan Googling tentang kegiatan kami. Sudah selayaknya mereka mendapatkan pinjaman inkubator, sebab mereka telah meluangkan waktu dan tenaga untuk kirim data SMS ke markas inkubator di Depok. Dalam keadaan gundah gelisah. Tapi bagaimana dengan yang belum melek teknologi? Inilah masalah sebenarnya. Ya. Jumlahnya jauh lebih banyak dari yang melek tadi: kota-kota besar, desa, bahkan ada yang di dusun pegunungan. Seperti Bpk. Dwi Iswanto yang saya datangi dua hari lalu ke dusun Kampung Selang, Dampit dalam rangka mengantarkan inkubator ke rumahnya.

Rumah Sakit

Maka, untuk menjangkau keberadaan mereka tadi, kita harus bahu-membahu dengan rumah sakit. Sinergi antara rumah sakit bersalin, rumah sakit umum, rumah sakit ibu dan anak, juga agen relawan. Ini berjalan karena adanya “mouth to mouth” promotion dari orang tua bayi prematur di Mojokerto dan Malang.

Jadi saat kami (saya sekeluarga) antar inkubator ke rumah orang tua bayi, dan setelah selesai menjelaskan cara memakainya beserta SOP yang ada, saya mulai memotivasi mereka selagi berbahagia hatinya: senyum lebar, dan sorot mata begitu hangat. Saya provokasi agar rasa syukur ini ditularkan pada sesama orang tua bayi prematur, agar kebahagiaan ini harus ditularkan untuk yang lainnya. Yang paling mudah adalah menghubungi sesama orang tua bayi prematur, dan sama rumah sakitnya. Mengapa demikian? Karena seringnya interaksi antar orang tua di rumah sakit membuat mereka saling mengenal. Terlebih bila mengalami kesulitan yang sama, itu akan membuat mereka lebih dekat lagi.

Dari situ, didapati empat bayi prematur di Mojokerto, dan dua bayi lagi lewat kerja sama informal dengan pihak rumah sakit. Lalu, saya ambil inisiatif menghubungi orang tua salah satu bayi. Sejenak saya berpikir. Benar juga! Sekalian saja saya hubungi semuanya berhubung satu rumah sakit.

Di tengah waktu berlalu, pihak rumah sakit bercerita bahwa sudah banyak bayi prematur yang akhirnya di rawat sendiri. Dan saya jadi tahu berbagi cara menghangatkan bayi: mulai dari di gendong, memakai lampu bak mandi maupun botol air hangat, sampai metode kangguru kalau harus dilakukan di rumah.

Makin bersemangat kami: saya, istri, serta ketiga anak saya. Ladang amal (bayi Nusantara) telah menanti kita semua, para agen relawan peminjaman inkubator gratis ini. Pihak rumah sakit sendiri senang dengan kehadiran kami meski menyewakan inkubator. Faktor biaya yang membuat rumah sakit mau melepaskan bayi prematur untuk rawat jalan.

Selain cara demikian, promosi dengan panduk dan stiker, presentasi dihadapan komunitas tertentu -seperti yang dilakukan Bpk. Candra dan Ibu Enny- pasti akan berdampak masif. Supaya bisa menjangkau lebih banyak bayi prematur Indonesia, bayi Nusantara kita.

Salam Bayi Indonesia Bayi Sehat Bayi Cerdas Untuk Generasi Terbaik Indonesia.

Percepatan Menjangkau Bayi NusantaraPercepatan Menjangkau Bayi Nusantara

Percepatan Menjangkau Bayi Nusantara

Percepatan Menjangkau Bayi Nusantara

Percepatan Menjangkau Bayi Nusantara

Percepatan Menjangkau Bayi Nusantara

Judul diatas terinspirasi dari apa yang sudah dilakukan kedua agen relawan kita: Bpk. Candra (Yogyakarta) dan Ibu Enny (Bogor). Salam Bayi Indonesia Bayi Sehat Bayi Cerdas Untuk Generasi Terbaik Indonesia.

Comments 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *