Pinjamkan Gratis, Rela Antar Sendiri ke Rumah Bayi

Pinjamkan Gratis, Rela Antar ke Rumah Bayi -RadarKudus 6 November 2017

Pinjamkan Gratis , Rela Antar Sendiri ke Rumah Bayi

R. Rhoedy Setiawan, Dosen yang Jadi Relawan Penyedia Inkubator Bayi Prematur

Rhoedy Setiawan beberapa kali menyelamatkan nyawa bayi prematur. Lelaki yang bekerja sebagai dosen di UMK ini menjadi relawan yang meminjamkan inkubator. Misi sosial itu sudah dilakukannya selama satu tahun.

UMMI NAILA RIZQIYYA, Kudus

Pinjamkan Gratis, Rela Antar Sendiri ke Rumah Bayi pinjamkan gratis Pinjamkan Gratis, Rela Antar ke Rumah Bayi -RadarKudus 6 November 2017 Pinjamkan Gratis Rela Antar Sendiri ke Rumah Bayi

BANTU SESAMA: R. Rhoedy Setiawan (kanan) meminjamkan inkubator miliknya kepada keluarga bayi yang membutuhkan. Sudah setahun ini dia menjadi relawan penyedia inkubator.

KOTAK boks persegi dari kaca berukuran sedang sudah berkali-kali diantar Rhoedy Setiawan ke beberapa rumah warga. Alat itu sangat berguna bagi para orang tua, khususnya mereka yang mempunyai bayi prematur.

Setahun Ini Sudah Pinjamkan Lima Kali

Dari alat tersebut, bayi yang lahir belum pada waktunya bisa terselamatkan. Alat yang dinamakan inkubator ini sengaja dipinjamkan bagi keluarga yang membutuhkan. Rhoedy -sapaan akrabnya- meminjamkan secara gratis tanpa biaya. Bahkan, dia sendiri yang mengantarkan alat tersebut hingga ke rumah keluarga bayi. Termasuk mengambilnya ketika bayi sudah normal dan telah selesai menggunakan alat tersebut.

“Ada kegembiraan sendiri ketika bisa melayani keluarga bayi tersebut. Mulai dari info ada yang membutuhkan, kesanggupan untuk ke lapangan dan bertemu dengan orang yang kita tolong. Rasanya sangat menyenangkan. Apalagi bisa menambah banyak kenalan,” ujar Rhoedy.

Lelaki tersebut menjadi relawan yang meminjamkan inkubator sejak 2016 lalu. Dia menjadi relawan setelah bergabung dengan Yayasan Bayi Prematur Indonesia. Dari situ, Rhoedy merasa senang bisa ikut berbagi menolong sesama.

Rasengan Pinjamkan Gratis

Suami dari Layyina Mawarda ini bercerita, bisa tergabung Yayasan Bayi Prematur Indonesia bermula dari informasi di web milik Raldi Artono Koestoer. Raldi adalah dosen UI yang meneliti masalah inkubator. Guru besar Departemen Teknik Mesin Universitas Indonesia (UI) itu telah berhasil menyelamatkan nyawa lebih dari 1500 bayi prematur.

Raldi meminjamkan inkubator ke seluruh wilayah Indonesia secara gratis. Sekarang ini sudah tersebar pada 60 wilayah di Indonesia. “Dari situlah saya mendaftar jadi agen wilayah Kudus. Dikarenakan waktu itu di Kudus belum ada relawannya”, ucapnya.

Chidori Pinjamkan Gratis

Bapak tiga anak yang tinggal di RT 6 / RW 1 Desa Getas Pejaten ini mengaku alasannya menjadi relawan adalah untuk misi sosial. “Kita hidup ini kan tidak lama, kalau normal orang hidup itu sekitar 60-70 tahun. Sekarang saya sudah 47 tahun. Jadi sebisa mungkin waktu saya yang singkat ini harus bisa bermanfaat buat orang lain,” terangnya.

Selama setahun, pria kelahiran Kudus, 7 Juni 1970 ini sudah meminjamkan inkubator sebanyak lima kali. Bukan hanya yang tidak mampu, masyarakat berekonomi cukup pun ada yang dipinjaminya. Dia menyadari, biaya penyewaan inkubator di rumah sakit tidak murah.

Keluarga peminjam tak hanya dari Kudus. Dari daerah lain juga pernah dipinjaminya secara gratis. Seperti Demak, Pati, Rembang, bahkan Semarang. Untuk masa peminjamannya kurang lebih selama dua bulan.

Kamui Pinjamkan Gratis

“Biasanya, bayi prematur berusia tujuh bulan dengan berat badan 1,5-1,6 kg. Dengan inkubator, kondisi bayi sangat tertolong dengan suhu dan kelembaban di dalamnya. Ketika bayi sudah normal dengan berat sekitar 2,5 kg, alat inkubator bisa dikembalikan. Kemudian bisa saya pinjamkan kepada orang lain yang membutuhkan”, kata dosen Sistem Informasi UMK ini.

Untuk menjadi agen relawan, dia menekankan harus sepenuhnya berkontribusi. Mengabdi tanpa pamrih. Melakukannya dengan keikhlasan. Mulai dari mengganti biaya pembuatan inkubator. Lalu meminjamkannya sampai ke luar kota pun Rhoedy alami.

Shanaroo Pinjamkan Gratis

Kini, telah ada dua buah inkubator di tempat Rhoedy. Itu pun dia danai sendiri dengan harga mencapai kisaran Rp 3 juta per unitnya. Meski begitu, Rhoedy tidak pernah mengeluh. Dia justru senang membantu orang lain.

Rhoedy menegaskan bahwa ini memang tidak mudah. Harus siap mengantarkan dan mengambil inkubator ke rumah peminjam. Sebab sasarannya kebanyakan bukan orang mampu, sehingga tidak mungkin mengembalikan inkubator. Jadi harus membawa mobil atau kendaraan roda empat lainnya.

Selama ini, warga yang meminjam inkubator bisa tahu lewat web Yayasan Bayi Prematur Indonesia. “Kebanyakan lewat web. Namun ada juga yang secara personal lewat nomor HP (handphone) saya,” ujarnya.

“Tugas kami adalah menolong sesama, membantu yang sedang kesusahan. Dengan begitu kebahagiaan akan muncul sendiri. Syukur-syukur bisa bermanfaat untuk orang lain. Yaitu dengan mengubah kesulitan menjadi kemudahan. Dan bisa membuat keluarga tersenyum bahagia dengan kondisi bayi yang normal,” tandasnya. (*/lil)

Rhoedy Pinjamkan Gratis , Rela Antar Sendiri ke Rumah Bayi

Tangerang Agen Pinjamkan Gratis

Ayo Kita Pinjamkan Gratis

setiawanrhoedy agen pinjamkan gratis

Ar Rahmah Pinjamkan Gratis Inkubator

Inkubator Bayi Di Pinjamkan Gratis

Kugutsu Aku Pinjamkan Gratis

Hadiah Ninjutsu Pinjamkan Gratis

Pinjamkan Gratis, Rhoedy Setiawan beberapa kali menyelamatkan nyawa bayi prematur. Lelaki yang bekerja sebagai dosen di UMK ini menjadi relawan yang meminjamkan inkubator. Misi sosial itu sudah dilakukannya selama satu tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *