Langit dan Keluarga Pejuang Jaundice

Langit dan Keluarga Pejuang Jaundice

Langit dan Keluarga Pejuang Jaundice | Tak tega mendengar tangisnya. Namun semua jerih lelah dan air mata itu tidak sia-sia. Demi kesembuhan sang bayi.

  • Langit dan Keluarga Pejuang Jaundice langit dan keluarga Langit dan Keluarga Pejuang Jaundice Langit dan Keluarga Pejuang Jaundice
  • Langit dan Keluarga Pejuang Jaundice langit dan keluarga Langit dan Keluarga Pejuang Jaundice Perawatan Bayi Langit
  • Langit dan Keluarga Pejuang Jaundice langit dan keluarga Langit dan Keluarga Pejuang Jaundice Bayi Langit
  • Langit dan Keluarga Pejuang Jaundice langit dan keluarga Langit dan Keluarga Pejuang Jaundice Bersama Keluarga Bayi Langit

Suatu hari kami mendapat kabar bahwa ada bayi kuning yang memerlukan Lampu Fototerapi. Penyebabnya adalah breastmilk jaundice. Baru pertama kali kami dengar istilah ini selama menjadi agen relawan inkubator gratis. Syukurlah, ada mbah Google.

Singkatnya, Breastmilk Jaundice adalah sakit kuning pada bayi yang di sebabkan oleh ASI. Kata dokter, ASI ibu Tiara mengandung hormon tertentu. Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kondisi ini, namun kalangan medis mencurigai bahwa Beta Glucuronidase, yaitu suatu zat yang terdapat dalam ASI mengurangi kemampuan lever bayi untuk mengatasi kadar Bilirubin dalam tubuhnya.

Saat pertama kali mendengar bahwa adik bayi Langit harus di fototerapi di rumah sakit, bu Tiara pun bingung. Karena debay (sebutan untuk adik bayi) Langit ini sangat kuat menyusu ASI, bisa sampai 15 menit sekali. Sedangkan di rumah sakit tidak ada rawat gabung, sehingga ibu bayi tidak bisa tinggal di rumah sakit sementara bayi di rawat di ruang terpisah.

Berjuang Bersama Langit dan Keluarga

Sebagai pasangan muda yg melek internet, suami istri ini pun segera berselancar di Internet, mencari penyewaan Lampu Fototerapi. Tetapi, ternyata penyewaan Lampu Fototerapi yang berbayar itu tidak ada yang valid.

Sampai akhirnya di dapatlah informasi peminjaman inkubator dan lampu fototerapi gratis, melalui website Yayasan Bayi Prematur Indonesia (YABAPI) (www.inkubator-gratis.org). Karena sudah mentok ke sana ke sini, akhirnya bu Tiara mencoba kirim SMS ke SMS Center, pada hari Sabtu, 17 Nov 2018 malam hari. Ternyata, esok pagi-nya sudah mendapat kabar. Dan sore harinya sudah Lampu Fototerapi sudah sampai.

Singkat cerita, anak pertama Ibu Tiara dan Bpk. Hafizh yang biasa di panggil Langit ini, akhirnya pakai Lampu Fototerapi. Walaupun dengan penuh perjuangan, karena berat debay Langit sudah hampir 5 kg saat itu. Dan setiap kali di tutup matanya, debay Langit berontak dan menangis keras keras.

Tetapi demi kesembuhan sang bayi, pasangan suami istri ini kompak menahan hati dan bertahan memaksimalkan perawatan debay Langit untuk tetap di bawah sinar Lampu Fototerapi. Yang berkaca-kaca malah nenek sang bayi. Tak tega tiap kali mendengar tangisannya. Baik nenek dari pihak ibu maupun dari pihak ayah .. 😭😭😭

Namun semua jerih lelah dan air mata itu tidak sia sia. Pada hari Selasa 27 November 2018, keluarga ini datang mengembalikan Lampu Fototerapi ke rumah kami, dengan wajah cerah senyum sumringah. Debay Langit sudah turun kadar bilirubin nya: dari angka 14 lebih menjadi turun ke angka 8 saja. Dan dokter menyatakan debay Langit sudah sembuh tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi. Bahkan kini berat debay Langit sudah lebih dari 5 kg.

Langit dan Keluarga Pejuang Jaundice

Perjuangan Langit dan Keluarga

Bersama Bayi Langit dan Keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *