Harmoni dan Sinergi Demi Bayi Indonesia Sehat

Harmoni dan Sinergi Demi Bayi Indonesia Sehat

Setiap kita mempunyai jalan cerita dengan segala keunikannya menuju keyakinan mencintai kehidupan ini. Dan tujuan mula diciptakannya manusia ialah mengisi hidup dengan kebaikan. Inilah yang mendorong dan membesarkan hati kita, menjadi sumber kekuatan kita untuk berkarya. Demikian pula dengan upaya pengamalan kemanusiaan kami yang sedari awal memiliki satu tujuan: membangun harmoni dan sinergi demi bayi Indonesia sehat.

Harmoni dan Sinergi Demi Bayi Indonesia Sehat harmoni dan sinergi Harmoni dan Sinergi Demi Bayi Indonesia Sehat Harmoni dan Sinergi Demi Bayi Indonesia Sehat

Seringkali kita bertanya begini, “Apa sebenarnya haluan hidup yang telah semesta pilihkan untuk kita?” Dan seiring lewatnya waktu, kita terus mencari arti kehidupan ini. Namun banyak yang berhenti hanya sampai pada urusan keduniaan saja. Dampaknya, kita tak menyadari bahwa sebuah persoalan tak bisa diselesaikan dengan analisis dan perkataan belaka saja; melainkan langkah dan karya kita yang jadi penentunya. Jadi, kita memang harus bertanya kembali, “Apa pilihan kita telah menyimpang dari haluan hidup seharusnya?”

Setiap kita mempunyai jalan cerita dengan segala keunikannya menuju keyakinan mencintai kehidupan ini. Dan tujuan mula diciptakannya manusia ialah mengisi hidup dengan kebaikan. Inilah yang mendorong dan membesarkan hati kita, menjadi sumber kekuatan kita untuk berkarya. Demikian pula dengan upaya pengamalan kemanusiaan kami yang sedari awal memiliki satu tujuan: membangun harmoni dan sinergi demi bayi Indonesia sehat.

Gagasan Visioner

Maka, pekan lalu, kami mengumpulkan semua agen relawan kami yang tersebar di seluruh Nusantara dalam sebuah pertemuan yang bersifat kekeluargaan di Surabaya. Di sesi awal perkenalan, kami mencoba menelusuri sembari menyelami lebih dalam dorongan orang-orang dengan keinginan mulia beramal ini menjadi relawan kami. Dari situ, barulah kami memahami betapa berbahayanya keengganan oleh orang-orang kita sendiri. Ya. Hampir semuanya berangkat dari bias yang telah menyesatkan perspektif masyarakat di lingkungan sekitarnya. Alasan itulah yang kemudian mengantarkan mereka pada sebuah gagasan visioner: membangun etos ataupun mekanisme kerja berlandaskan asas gotong royong. Dan mereka amalkan tidak hanya dalam kegiatan menolong bayi prematur dan kuning saja, tetapi juga di keseharian serta instansi mereka sendiri.

Adalah agen relawan kami dari Surabaya, Bpk. Adji Pramudiya yang memilih mengajak semua anggota keluarganya terlibat mengamalkan kebaikan lewat aktivitas kemanusiaan kami. Baginya, keterlibatan berarti menerima pemahaman baru, dan juga membawa kesadaran baru dengan menyaksikan langsung kondisi lapangan sehingga memberikan pengaruh yang kelak melekat dalam hidup. Itu sebabnya ia gigih mendayagunakan sumber daya yang berasal dari rumah: keluarga. Dan gayung pun bersambut. Mereka malah sangat antusias menjalankan inisiatif beliau. Bahkan keluarga ini telah sampai pada mekanisme tertentu dalam menjalankan peranannya. Istri dan ketiga anak beliau berperan dalam pengantaran dan penyaluran (distribusi) unit. Sedangkan Bpk. Adji sendiri tetap berupaya menjaring rekan sejawat serta sahabat-sahabat dan keluarga besarnya.

Hal serupa juga datang dari pasangan suami-istri (pasutri) asal Jonggol: Enny Bonaventura dan Lugi Riyandi. Berawal dari pengalaman pahit tetangganya yang kehilangan bayinya yang lahir prematur, sejak saat itu mereka bertekad mencari jalan supaya kejadian sama tak terulang lagi. Inilah yang kemudian membangun etos mereka dalam pelayanan keseharian: helping, caring, and loving. Dan gagasan visioner mereka dalam kerelawanan pun semakin berkembang setelah begitu lama menjadi bagian dari keluarga kami. Dari peminjaman gratis inkubator, mereka lalu menginisiasi pula peminjaman gratis kursi roda.

Demikian juga dengan Dr. Hariarti S. Pramuljo. Ibu Titi, panggilan akrabnya, selalu menekankan pentingnya memberikan edukasi terkait bayi prematur, kuning dan BBLR agar mendatangkan kecerdasan pada masyarakat -khususnya para orang tua- dalam menolong bayinya. Kami pun tidak mau ketinggalan. Kini, dalam setiap kesempatan pemaparan, kami menayangkannya secara live streaming lewat YouTube dan Facebook. Tujuannya menyuguhkan penjelasan dan atmosfer secara aktual tanpa perlu mendatangi lokasi.

Konsistensi Berbuat Kebaikan

Aspek sentral dalam membangun harmoni dan sinergi tadi ialah konsistensi. Seperti ketika kami memulai komitmen melayani keluarga pra-sejahtera. Komitmen ini meliputi prioritas pelayanan dan kepastian jangkauan komunikasi. Dan kami sudah memiliki ketetapan mekanisme dalam membangun komunikasi lewat SMS Center, sehingga bisa memberikan kejelasan bagi seluruh kalangan masyarakat. Juga menentukan prioritas dengan meninjau data berat bayi dan cara menjawab keluarga atau orang tuanya yang telah masuk dalam SMS Center kami. Semakin rendah beratnya dan/atau semakin berantakan cara menjawabnya akan kami dahulukan. Dampaknya begitu masif dan meluas melalui story dari keluarga bayi-bayi yang kami tolong: bayi kembar dua dan tiga; bayi yang di buang (Jember); bayi dengan kasus omphalocele; dan seterusnya.

Tak luput upaya pendekatan yang di lakukan tim kami di markas pusat serta agen relawan kami. Saat mendengarkan apa yang telah dilakukan oleh Bpk. Lugi dan Ibu Enny, kami justru belajar banyak dari mereka. Keduanya begitu getol dan sumringah sekali dalam melakukan sosialisasi akan aktivitas kemanusiaan kami. Di daerah sekitar tempat tinggalnya, mereka bekerja sama dengan pihak yang memiliki peranan strategis dalam medis: bidan desa dan praktek, serta puskesmas dan rumah sakit setempat yang mempunyai kesamaan visi. Dan guna menjamin kepastian keberlanjutan kegiatan dan sarana transportasi, mereka menjaring camat, kepala desa / lurah, dan pegiat social. Kader posyandu pun mereka libatkan. Terlebih, dalam setiap kegiatan masyarakat, mereka selalu terlibat sambil menghimpun komunitas, karang taruna, dan elemen masyarakat lainnya. Bahkan saat terkena tilang pun mereka masih sempat mempromosikan kegiatan kami secara soft promotion: kartu nama.

Lain halnya dengan Bpk. Adji dan keluarga yang lebih memilih efek tular sebagai daya utama dalam perluasan bakti kami menolong sesama. Mereka giat mengajak keluarga yang pernah meminjam inkubator ataupun fototerapi buatan kami menyebarkan informasi kepada keluarga yang memiliki bayi prematur agar bisa merasakan manfaat yang sama pula. Radio pun menjadi wadah mereka membagikan ceritanya. Dan pada rekan dan sahabat, mereka selalu mengangkat esensi “indahnya berbagi kebahagiaan”. Hasilnya menuju pada sebuah kolektivitas. Banyak yang tergugah akan story keluarga bayi prematur dan donasi serta kesediaan menjadi agen relawan pun berdatangan di sekitar wilayah mereka. Kami pun di markas pusat juga berupaya melakukan pendekatan secara individual maupun kepada asosiasi kesehatan.

Lalu terkait pemberdayaan, UKM menjadi pilihan kami dalam meningkatkan penghidupan dan kinerja banyak orang. Di sinilah peranan kami menjaga konsistensi baik jumlah maupun mutu produksi peralatan kami dengan kontrol rutin. Sama halnya dengan Yayasan Lestari Peduli Indonesia yang menaikkan taraf hidup perempuan lewat kerajinan tangan. Begitulah kultur yang kami percayai dan jalankan: konsistensi berbuat kebaikan.

Dan kami ingin mengajak Anda semua turut berpartisipasi, terlibat dalam upaya mencintai kehidupan yang tengah dan akan terus kami lakukan lewat amal kebaikan menolong keluarga bayi prematur dalam harmoni dan sinergi. Demi Bayi Indonesia Sehat!

Juan Karnadi
Digital dan Publikasi
Yayasan Bayi Prematur Indonesia
juan@inkubator-gratis.org

Harmoni dan Sinergi Demi Bayi Indonesia Sehat

Membangun Harmoni dan Sinergi

Berkat Harmoni dan Sinergi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *