Perawatan khusus bagi bayi di Indonesia tergolong mahal. Tak heran bila angka kematian bayi cukup tinggi. Biro Pusat Statistik (2016) mencatat terjadi 25 kematian tiap 1000 kelahiran.
Pinjamkan Gratis, Rela Antar ke Rumah Bayi -RadarKudus 6 November 2017
Pinjamkan Gratis, Rhoedy Setiawan beberapa kali menyelamatkan nyawa bayi prematur. Lelaki yang bekerja sebagai dosen di UMK ini menjadi relawan yang meminjamkan inkubator. Misi sosial itu sudah dilakukannya selama satu tahun.
Indonesia: Engineering to Save Lives (NHK Japan, 28 Agustus 2017)
Premature babies are born at 15% rate in Indonesia. Still, the price for hospital’s treatment has to be paid highly. There, concern is being aimed to activity of lending incubators freely and independently.
Berhasil Menyelamatkan Nyawa Lebih dari 1500 Bayi, JawaPos 15Juli 2017
Julukan Bapak Bayi Prematur Indonesia disematkan kepada Raldi Artono Koestoer. Guru besar Departemen Teknik Mesin Universitas Indonesia itu menyelamatkan nyawa lebih 1.500 bayi prematur. Dia meminjamkan inkubator ke seluruh wilayah Indonesia secara gratis.
No Place Like Home: The Man Saving Premature Babies (Zoomin.tv)
Many Indonesian babies are born prematurely by malnutrition. Because of poverty, hospital stays are unaffordable. Luckily, Professor Raldi Artono Koestoer has created incubators which he lends to families to take home without charge.










